Pengalaman Seru Merbabu via Selo

Halloo..
Salam Lestari… !!

Sesuai dengan judul yang tertera diatas, aku mau share pengalamanku mengikuti pendakian bersama ke Gunung Merbabu akhir tahun 2017 kemarin. Kebetulan banget, Gunung Merbabu itu salah satu gunung yang pengen banget aku daki dari awal tahun 2016. Bukan tanpa alasan, cerita teman-temanku yang pernah nanjak kesana dan foto-foto mengagumkan yang aku liat di berbagai medialah yang membuat aku jadi pengen banget liat indahnya Merbabu secara langsung.

Tentang pendakian bersama, ini adalah kegiatan untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota Mapala yang aku ikuti.

Kegiatan yang di ketuai oleh Mbak Kuta yang dilaksanakan dari tanggal 26 sampai 29 Desember ini terbilang lancar tanpa ada kendala yang berarti. Hanya ada sedikit masalah pada transportasi. Namun untuk keseluruhan, Mbak Nabila cukup andal untuk mengetuai kegiatan ini.

Satu minggu sebelum berangkat, kami melakukan fisik rutin supaya kondisi fisik kami kuat untuk menghadapi sulitnya medan Merbabu.

Tanggal 26 malam, kami mulai karantina. Dua puluh tiga orang yang akan mengikuti kegiatan ini di haruskan untuk mengikuti karantina guna mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa saat pendakian nanti. Malam itu kami gunakan untuk ngobrol-ngobrol tentang pendakian yang akan kami laksanakan.

Esok paginya, yaitu tanggal 27, kami mempersiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa saat pendakian. Cukup banyak barang yang kami bawa, terutama pada logistik makanan karena kami akan menginap satu malam di Merbabu dan satu malam lagi di basecamp.

Setelah upacara pemberangkatan, kami berangkat Tulungagung menuju lokasi pendakian pada pukul 21.20 p.m dengan menggunakan bus kampus. Hal yang paling aku senangi, yaitu naik bus perjalanan jauh 😁.

Karena kami berangkat pada malam hari, kami jadi tidak bisa melihat pemandangan dan lebih tergoda untuk tidur. Wkwk. Meskipun sempat terbangun beberapa kali karena posisi tidur kami yang kurang nyaman.

Setelah 6 jam duduk di bus (sambil tidur), akhinya kami sampai di Pasar Cepogo. Meskipun masih jam 03.29 a.m, pasar ini sudah cukup ramai oleh para penjual sayur meskipun toko-toko belum semuanya buka.

Kami turun di depan toko yang belum buka dan sarapan di emperan. Wkwk.. dengan lauk ayam kentucky dan nasi yang kami bawa, acara sarapan super pagi pun berjalan dengan hikmat dan nikmat πŸ˜…

Setelah sarapan, kami solat subuh di masjid terdekat. Kami juga menjumpai beberapa orang yang akan mendaki Gunung Merbabu saat itu.

Kami memesan 2 pick up dari pihak basecamp untuk menjemput kami ke bascamp selo dan pukul 7.35 a.m, barulah mobil pick up yang kami tunggu datang. Segera kami berangkat menuju basecamp. Jalan yang beliku dan sempit membuat kami meliuk-liuk dan kadang harus bergantian dengan mobil yang berlawanan arah untuk menggunakan jalan.

Sesampainya di basecamp dan menurunkan barang bawaan, kami beristirahat sejenak. Disini, hawa dingin sudah sangat terasa. Berbeda dengan cuaca pagi di Tulungagung.

Sebelum mulai mendaki, kami melakukan pemanasan sekitar 10 menit dan dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah registrasi, kami mulai mendaki pukul 8.21 a.m menuju pos 1.

Mas Nippon sebagai ketua kelompok berjalan di depan dan kemudian disusul oleh kami para wanita. Dan di paling belakang, Mas Kasun dan Mas Kenyot sebagai tim penyapu.

Aku sendiri merasa ngos-ngosan di sepuluh menit pertama. Hidung terasa panas karena menghirup udara dingin. Padahal medannya belum begitu menanjak. Tapi aku berusaha terus berjalan sampai pada akhirnya mbak Suster meminta break. Akhirnyaa.. break jugaa.. πŸ˜πŸ˜…

Karena harus memenejemen waktu dengan baik, kami hanya beristirahat 3 menit dan harus berjalan lagi. Dan dari tempat kami beristirahat itu, jalan mulai menanjak terus.

Setelah berjalan kurang lebih 1 jam, sampailah kami di pos 1. Dann.. banyak monyet disana πŸ˜…. Salah satu dari kami bahkan kecurian mie instanπŸ˜…

Di pos 1 ini, tidak terlalu luas. Mungkin hanya cukup untuk 5 tenda. Disini kami beristirahat sekitar 10 menit sambil menunggu tim penyapu sampai sembari makan snack dan minum.

Tidak mau sampai kemalaman sampai di sabana 2, kami pun segera melanjutkan perjalanan setelah semua anggota cukup beristirahat. Perjalanan menuju pos 2 memakan waktu sekitar 1 jam. Perjalanan menuju pos 2 ini di temani oleh kabut. Pukul 11.31 a.m, sampailah kami di pos 2. Disini kami makan siang untuk mengisi ulang tenaga kami yang telah terkuras. Kami tidak memasak nasi, hanya makan roti tawar dan roti gandum bersama susu kental manis dan buah apel untuk mengganjal perut.

Lanjut lagi, berjalan menuju pos 3 dengan medan yang otomatis makin menanjak. Aku tetap berusaha untuk berjalan di belakang Mas Nippon agar tidak tertinggal jauh. Tapi tetap saja, fisikku dan fisik Mas Nippon berbeda jauh. Yaah.. maklumin aja, Mas Nippon memang di divisi Gunung Hutan.

Setelah berkali-kali kena PHP Mas Nippon yang selalu mengatakan “itu loo.. pos 3 di depan itu. Tinggal belok dikit” akhirnya kami benar-benar sampai di pos 3 pada pukul 12.22 p.m. Aku mengistirahatkan kakiku yang lelah. Tidur bersenderkan carrier. Di pos 3 ini, banyak pendaki lain yang sedang beristirahat pula.

Di hadapan, sudah terlihat dengan jelas track menuju sabana 2 yang sangat menanjak. Kami yang baru pertama kali mendaki Gunung Merbabu hanya bisa melongo melihat track yang begitu menantang πŸ˜”
“Kuduuu kuaat!!!” ✊

Susah payah kami melewati jalanan yang menanjak dan berdebu untuk menuju sabana 1. Namun pemandangan yang terpampang cukup ampuh untuk menyulut semangat kami untuk cepat-cepat sampai ke sabana 2. Karena kata Mas-Mas dan Mbak-Mbakku, pemandangan di sabana 2 akan lebih menabjubkan lagi.

Di perjalanan menuju sabana 1 ini, kami di temani Merapi yang kadang menampakkan diri di balik awan putih. Cuaca di Puncak Merapi terlihat cerah waktu itu dan tanaman Edelweiss yang sayangnya tidak dalam masa berbunga, tapi aku puas dapat melihat tanaman ini secara langsung. Pemandangan seperti ini membuat kami harus merasa bersyukur dengan apa yang di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa.

Sampai di sabana 1, ternyata disana juga banyak pendaki yang singgah dan mendirikan tenda untuk bermalam. Kami tidak berniat mendirikan tenda di sabana 1, kami akan mendirikan tenda di sabana 2 agar tidak terlalu jauh untuk summit attack besok pagi.

Hanya sebentar kami beristirahat di sabana 1, hanya untuk mengambil beberapa foto dan minum secukupnya, kami melanjutkan perjalanan kami menuju sabana 2. Setelah 1 jam berjalan dari sabana 1, sampailah kami di sabana 2 pada pukul 3 p.m. Disini kami langsung mendirikan tenda dan memasak untuk makan malam.

Ada sekitar 10 tenda yang berdiri di sabana 2 malam itu. Malam hari di sabana 2 diwarnai dengan hujan rintik-rintik dan berkabut. Dingin yang menusuk ke tulang membuatku malas untuk keluar tenda. Setelah makan malam, kami bercerita di dalam tenda. Kami istirahat sekitar jam 10 malam.

Pagi hari, pukul 7 tanggal 28, kami bersiap untuk summit attack. Kami meninggalkan tenda dan carrier di sabana 2. Cukup membawa makanan atau snack dan air secukupnya untuk dimakan saat di puncak nanti.

Perjalanan kepuncak lebih berat dari track – track sebelumnya. Track yang berdebu dan menanjak, mengharuskan kita untuk pandai memilih pijakan agar tak terpeleset dan jatuh.

Akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan, sampailah kami di Puncak Kenteng Songo. Mimpi yang selama ini aku idamkan, hal yang bahkan aku anggap memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk terwujud, kini dapat aku rasakan. Mereka tidak bohong soal keindahan Merbabu. Lautan awan, gunung-gunung yang berjejer dan sabananya yang menabjubkan, sungguh nyata di hadapanku.

Naah.. itu tadi ceritaku tentang pengalaman mengikuti pendakian bersama ke Gunung Merbabu. Semoga bisa bermanfaat buat kalian. Ada informasi atau pengetahuan yang bisa di ambil.
Ambil manfaatnya buang jauh-jauh sisi negatifnya.

Please give a comment for meee…😘😊

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s